“Genius Family Company” by Tomoko Ninomiya

Posted on Updated on

image

image

Hai, ketemu lagi, kali ini aku akan mereview manga karya sensei Tomoko Ninomiya yang berjudul “Genius Family Company”. Karya Tomoko sensei yang satu ini sangat sayang kalau dilewatkan. Dalam karyanya ini sensei menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda genius berusia 17 tahun, bernama Katsuyuki Natsuki. Tinggal berdua dengan ibunya yang bernama Yoshiko Natsuki, di rumah mereka yang dibeli oleh Katsuyuki dari hasil bermain saham saat usianya 13 tahun.
Katsuyuki, pemuda kelas 2 sma yang suka sekali bermain saham dan belajar tentang manajemen dan bisnis, suatu hari dikejutkan dengan permintaan ibunya untuk menikah lagi setelah sekian tahun menjanda. Katsuyuki sebenarnya maklum ibunya menikah lagi, tapi yang membuat dia kesal adalah karena calon ayah tirinya―Sosuke Tanaka― seorang novelis yang lebih mirip dengan gelandangan dan anaknya―Haru Tanaka― yang ‘aneh’. Sangat jauh dari bayangannya. Dia menyangka kalau ibunya akan memilih laki-laki yang seperti mendiang ayahnya, seorang broker handal, pegawai kantoran elit, tampan, dan pintar. Tapi ternyata sang ibu malah memilih laki-laki yang pekerjaannya tidak jelas, gemuk, kumuh, dan ‘berisik’. Bagi Katsuyuki yang seorang perfeksionis, calon ayah dan saudara tirinya itu nggak banget alias bukan termasuk kriteria seorang ayah dan saudara yang dia inginkan.
Setelah pernikahan ibunya berlangsung, Katsuyuki merasa dunianya yang sempurna telah kacau. Hingga setiap hari kerjaan Katsuyuki hanya marah-marah. Suatu hari Katsuyuki menjawab telepon dari luar negeri yang menanyakan tentang Sosuke Tanaka, ayah tirinya. Karena saat itu dia sedang kesal, Katsuyuki menjawab bahwa ayah tirinya telah meninggal. Kehebohanpun terjadi, keesokan harinya teman-teman ayah Sosuke datang dari seluruh penjuru dunia. Mereka ingin menghantarkan ayah Sosuke ke peristirahatan terakhirnya. Tentu saja Katsuyuki sangat terkejut, dia tidak menyangka candaannya yang sekenanya di telepon kemarin dapat respon yang sungguh tidak dia duga. Keadaan sangat kacau sekali, dan kebetulan ayah tirinya dan Haru sedang pergi keluar. Saat mereka kembali, mereka sangat terkejut karena kenalan mereka dari berbagai negara berkumpul di rumah dan sedang mengadakan upacara kematian Sosuke Tanaka, yang nyata-nyata masih hidup. Bagi Katsuyuki, makin kacaulah rumah dan kehidupan sempurnanya.
Upacara kematian yang dilakukan oleh kenalan ayah Sosuke menjadi upacara kegembiraan atas ‘hidup’nya kembali ayah Sosuke. Mereka menggelar pesta api unggun di halaman rumah semalam suntuk. Esok paginya, Katsuyuki makin kesal saja, karena bertambahlah penghuni rumahnya, yaitu kenalan ayah Sosuke dari luar negeri. Kekesalan Katsuyuki makin bertambah saat tahu ayah Sosuke dan Haru sangat fasih berbicara dengan bahasa Inggris. Dan memiliki banyak kenalan dari berbagai Negara di dunia, Katsuyuki benar-benar merasa kesal. Setelah beberapa hari satu persatu kenalan ayah Sosuke kembali ke Negara mereka masing-masing. Tapi masih ada dua orang yang ngotot pengen tinggal yaitu kakek Lin, dan Ami.
Di Sekolah, Katsuyuki juga dibuat kesal oleh teman cowoknya yang mengaku sahabat sekaligus penggemar Natsuki (marga Katsuyuki), Ariyoshi. Ariyoshi suka sekali mencari perhatian Natsuki, dan selalu mencoba untuk mendekatinya. Benar-benar ciri penggemar eh ‘sahabat sejati’ (#ups). Selain Ariyoshi, Natsuki juga memiliki satu penggemar cewek, yaitu Kyoko Nagasawa. Diam-diam Nagasawa menyukai Natsuki, tapi dia selalu berpura-pura mengelak saat ada yang menanyakannya. Nagasawa, seorang anak gadis satu-satunya pemilik toko buku dan sebuah galeri lukisan, ternyata sangat tertarik untuk menjadi seorang pelukis. Tentu saja hal itu sangat ditentang orang tuanya yang menginginkan dia untuk menjadi penerus usaha keluarga (bisnis). Dan Natsuki pun juga tidak begitu tertarik dengan apa yang dicita-citakan Nagasawa. Karena bagi Natsuki yang penting adalah uang dan bisnis.
image

Saat liburan musim panas tiba, Natsuki kabur dari rumah setelah melunasi sisa cicilan rumahnya. Meski dibilang kabur sebenarnya Natsuki menumpang di rumah ‘sahabat sejati’nya, Ariyoshi. Ibu Ariyoshi, sangat senang tahu Natsuki menginap di rumahnya, dia lebih disayang ketimbang anaknya, yaitu Ariyoshi yang dianggapnya anak yang tidak bisa apa-apa karena setiap hari hanya pergi main. Bagi ibu Ariyoshi, Natsuki merupakan anak idaman setiap orang tua karena pintar dalam hal pelajaran dan pintar mencari uang.
Katsuyuki Natsuyuki pun pergi mencari kerja sambilan untuk mengisi liburan musim panasnya. Dia tiba di sebuah toko buku yang memiliki koleksi buku impor yang cukup lengkap, kebetulan toko itu membutuhkan seorang pegawai yang pintar berbahasa inggris dan Katsuyuki pun tertarik dengan lowongan tersebut dan mendaftarkan diri. Hari itu juga dia diterima, dan langsung bekerja, karena pada saat itu ada pengunjung yang kesulitan dalam mencari buku yang dia cari, pengunjung tersebut orang asing yang hanya bisa menggunakan bahasa inggris. Tanpa diduga Katsuyuki, ternyata pemilik toko buku tersebut adalah ayah Nagasawa.
Kerja sambilan Katsuyuki di toko itu dinilai sangat baik oleh ayah Nagasawa, bahkan dia dipercaya untuk mengurusi manajemen toko yang cukup amburadul, pengetahuan Katsuyuki tentang manajemen dan bisnis membuatnya dikagumi dan dipercaya ayah Nagasawa. Untuk menambah pemasukan toko, Katsuyuki pun membuatkan situs penjualan buku online, dan responnya ternyata cukup baik. Saat itu keadaan ekonomi kurang begitu baik, dan meski sudah menambah jalur pemasukan yang baru, Katsuyuki masih belum dapat melepaskan toko dari ambang kebangkrutan. Ditambah lagi ternyata toko dan galeri milik ayah Nagasawa diincar oleh mafia Taiwan, rencananya toko buku dan galerinya akan mereka gunakan sebagai “money laudry’.
Kerja sambilan Katsuyuki ternyata mampu membuka misteri yang selama ini membuat dia penasaran, tentang dipecatnya ibunya setelah mengabdi 19 tahun dari kantornya, diincarnya toko buku tempat dia kerja sambilan dan galeri milik ayah Nagasawa. Dan terkuaknya identitas asli dari Ami dan kakek Lin yang menumpang di rumahnya. Ternyata Ami adalah pemilik dari waralaba hotdog yang mulai terkenal di Amerika. Dan Ami sudah menyelesaikan program sarjananya di Havard University pada usia 12 tahun. Kakek Lin, ternyata adalah ketua dari asosiasi perusahaan se-AsiaPasifik. Dan ternyata kakek Lin sedang mencari cucunya yang hilang yaitu Yuika Mizuno yang seorang ‘hacker’ dan sedang diincar oleh mafia Taiwan. Katsuyuki yang tahu hal itu hanya bisa melongo, kaget tak percaya, dan juga iri dengan Ami.
Manga ini menyuguhkan cerita yang cukup tidak biasa, namun sangat sayang untuk dilewatkan. Manga karya sensei Tomoko Ninomiya ini diterbitkan oleh Level Comic di Indonesia sebanyak 6 Jilid tamat. Memang untuk ukuran komik remaja, topic ini agak berat, tapi bukan berarti hal itu tidak menarik. Kepiawaian sensei dalam menggarap manga ini patut diacungi 4 jempol. Aku tidak pernah bosan membacanya, meski berulang kali. Sayang manga ini sudah termasuk manga langka karena sudah tidak dijual di pasaran lagi (pengen ngoleksi). Kegeniusan Katsuyuki Natsuyuki yang jeli melihat peluang untuk menghasilkan uang. Kegeniusan Yuika Mizuno yang mampu membuat program komputer di usia mereka yang baru 17 tahun, sungguh membuatku kagum. Bagaimanakah akhirnya kisah Katsuyuki, sanggupkah dia menolong tempat kerja sambilannya? Bagaimanakah hubungannya dengan ayah Sosuke dan Haru? Bagaimanakah kisah percintaan Katsuyuki dan Nagasawa? Semua bisa kita ketahui setelah membaca manga karya sensei Tomoko Ninomiya. Manga ini cukup recommended, dan pasti nyesel deh kalo belum baca. Oke, selamat membaca.
image

Yogyakarta, 27 Desember 2013
#review_manga_keduaku

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s