Bulan: April 2014

Jalan Cahaya

Posted on Updated on

Jengah kurasa, tak berdaya di antara dua dunia
Sampai kapan aku harus terus mencari secercah jalan cahaya
Di antara dua dunia, yang terus mencoba membelengguku
Aku lelah, aku bosan terkungkung tak menentu

Bukan ku tak mau, namun ku belum mampu
Belum mampu menemukan sesuatu yang bisa kutumpu
Tapi aku ingin bebas, bebas lepas tak terbatas
Dari kungkungan yang membuatku tak berdaya layaknya kapas Baca entri selengkapnya »

Iklan

Tiga Masaku

Posted on Updated on

Tiga masa telah ku lewati
Demi bertemu denganmu belahan hati

Terjejak masih, menatap lurus
Padamu belahan hati, lurus terjurus

Akhirnya kutemukan, seseorang yang kan saling melengkapi
Berdua denganku, bersamaku, hingga Sang Waktu mengakhiri Baca entri selengkapnya »

Serangga Hijau Metalik, Coleoptera atau Diptera?

Posted on Updated on

Beberapa waktu yang lalu aku menemukan seekor serangga yang lucu. Tidak biasa, berwarna hijau metalik, imut (kecil), seperti memiliki perisai di punggungnya dengan warna senada, hijau metalik. Awalnya Baca entri selengkapnya »

Sajak Tentangmu dan Kisah Kita

Posted on Updated on

Langkah kakiku terhenti sejenak
Membiarkan tapak kakiku terjejak
Ingin kembali kutulis sajak-sajak

Sajak tentangmu dan kisah kita berdua
Rinduku serasa ingin tumpah saat lama kita tak bersua
Terkadang ada tanya dalam benakku, apakah kau merasakannya jua? Baca entri selengkapnya »

Berdiri di Sini

Posted on

Satu senyum kesyukuran, tiada henti
@phijatuasri
Hidup cuma sekali, yang telah pergi akan terganti
@MayHpt06
poepict tema 7 mb juphik
Poepict tema 7 maylia

Sebutir Biji

Posted on

Aku sebutir biji yang tertanam dalam tanah yang hangat
Bagai pelukan ibu yang terasa begitu erat

Air mengalir membasahi kulitku membuatku terbangun
Dari rasa nyaman, hangat, dan nikmatnya pelukan

AAA….Aku ingin melihat matahari Sang Pembawa Kehidupan di Bumi
Muncul ke permukaan dan merasakan nikmatnya udara menerpa diri

Tapi kini, semua tak bisa kurasakan lagi
Karna tubuh ini tlah hangus terbakar api

Mengapa aku harus berakhir begini?
Baru senang memulai hari, ku malah tak berbentuk lagi

Panas api dari tangan manusia
Telah membuatku mati sia-sia

Baru sekejap kumulai hari
Kini takkan pernah kurasakan lagi

Manusia tlah membakarku dengan api
Padahal tak pernah sekalipun aku merasa iri

Kisahku sebutir biji yang harus mati
Karna api oleh manusia-manusia yang keji

Yogyakarta, 20 April 2014

Inginku Menuntut Ilmu

Posted on Updated on

Tanah tempat kakiku berpijak
Dengan kedua kakiku terjejak
Kuharap bertemu sesuatu nan bijak

Aku ingin bisa mengalir seperti air
Yang selalu mengalir dari hulu ke hilir
Tanpa sedikitpun ada rasa kikir

Namun kadang langkah kaki gontai
Semilir angin, sejuknya udara menggodaku tuk santai
Menikmati, mendengar deburan ombak di pantai nan damai

Tapi api masih ada dalam semangatku
Kan kubawa selalu menemaniku menuntut ilmu
Mengisi semua akal pikirku, hingga tiba waktu terakhirku

Itulah inginku dalam menuntut ilmu
Membawa keempat elemen ke setiap relung jiwaku
Dan kan kugenggam erat tanpa sedikitpun rasa ragu

Yogyakarta, 20 April 2014