Butuh Utuh?

Posted on

Aku kembali membuka buku yang tergeletak penuh debu
Buku yang dulu membuatku menulis semua kisahku
Kisahku yang masih memimpikan untuk selalu bersamamu
Bersamamu melukis lembaran-lembaran hari yang mengharu biru

Telah lama kututup, telah lama ku acuh
Kuanggap aku takkan pernah butuh
Setelah kau pergi, aku terlanjur rapuh
Bagai mayat perempuan malang yang terbunuh

Aku merasa luluh, remuk redam
Semua sirna, serasa dunia kan padam
Kepergianmu, membuatku makin dendam
Dendam teramat hingga semua ingin ku bungkam

Kini orang lain menawariku cerita baru
Apakah harus kuterima atau kubiarkan berlalu?
Aku masih dendam, dendam hingga seluruh nadiku
Hingga tubuh, jiwa, dan pikiranku merasa tak mampu

Tak mampu merasakan rasa akan sebuah nilai butuh
Rasa yang akan membuatku jadi utuh
Dan kini ku masih rapuh, nyaris luruh
Bagai mayat perempuan malang yang terbunuh

Kuputuskan menutup kembali buku yang penuh debu
Kuputuskan membiarkan orang lain itu berlalu
Aku tak ingin lagi merasakan kisah pilu pengiris kalbu
Entah sampai kapan? mungkin nanti saat ku benar-benar mampu

Yogyakarta, 15 April 2014

Iklan

2 thoughts on “Butuh Utuh?

    beninglarashati said:
    April 27, 2014 pukul 7:47 am

    Puisinya bagus-bagus mbak ๐Ÿ™‚

      mayhpt06 responded:
      April 28, 2014 pukul 1:17 pm

      Terimakasih mb jadi malu, masih belajar ini, hehehehe
      terimakasih ya sudah mampir ๐Ÿ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s