Sebutir Biji

Posted on

Aku sebutir biji yang tertanam dalam tanah yang hangat
Bagai pelukan ibu yang terasa begitu erat

Air mengalir membasahi kulitku membuatku terbangun
Dari rasa nyaman, hangat, dan nikmatnya pelukan

AAA….Aku ingin melihat matahari Sang Pembawa Kehidupan di Bumi
Muncul ke permukaan dan merasakan nikmatnya udara menerpa diri

Tapi kini, semua tak bisa kurasakan lagi
Karna tubuh ini tlah hangus terbakar api

Mengapa aku harus berakhir begini?
Baru senang memulai hari, ku malah tak berbentuk lagi

Panas api dari tangan manusia
Telah membuatku mati sia-sia

Baru sekejap kumulai hari
Kini takkan pernah kurasakan lagi

Manusia tlah membakarku dengan api
Padahal tak pernah sekalipun aku merasa iri

Kisahku sebutir biji yang harus mati
Karna api oleh manusia-manusia yang keji

Yogyakarta, 20 April 2014

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s