Mangut Ikan Pari Asap, Khas Rembang

Posted on Updated on

Sudah pernah berkunjung ke Rembang, daerah di Jawa Tengah yang menjadi tempat peristirahatan terakhir tokoh emansipasi perempuan, R.A. Kartini? Kalau belum, semoga ada kesempatan berkunjung ke sana. Rembang, sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang dilewati jalan raya utama di pulau Jawa, yaitu jalan Pantura. Jadi Kalau lewat jalan Pantura dari arah Semarang ke Surabaya ataupun sebaliknya pasti melewatinya.

Kali ini aku mau mengulas sedikit tentang kuliner yang ada di sana. Aku dibesarkan di sana, hingga mengenyam pendidikan SMA. Setelah lulus SMA aku melanjutkan studi ke kota Gudeg. Setiap kali mudik ke Rembang, ada satu kuliner yang membuatku kangen, yaitu mangut “panggang pe” alias mangut ikan pari asap. Beberapa waktu yang lalu, aku membawa beberapa potongan ikan pari asap ini ke Jogja. Sengaja memang karena aku ingin makan sayur mangut.

Kuliner satu ini bercitarasa dominan gurih dan pedas, tapi menurutku berkesan hangat di tenggorokan. Kuliner yang bercitarasa semacam ini agak jarang bahkan susah kutemui di Jogja. Singkat cerita, weekend kemarin ku eksekusi deh, kumasak ikan pari asap menjadi mangut. Di Jogja sebenarnya ada kuliner mangut lele, tapi lidahku gak cocok dengan kuliner itu.

wpid-img20140607003.jpgwpid-img20140607004.jpg
Mangut ikan pari asap

Aku masak dengan bumbu yang lengkap, biar makin mantap rasanya. Untuk bumbu yang dihaluskan, perlu disiapkan: merica, ketumbar, jinten, jahe, kencur, kunyit, daun jeruk, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan garam secukupnya. Yang diiris, ada cabai hijau, tomat, belimbing wuluh, lengkuas, bawang merah, bawang putih.

Cara masaknya dimulai dengan menumis bumbu halus dan bumbu yang diiris (ditambah daun salam), hingga harum, setelah itu masukkan air secukupnya. Masukkan ikan pari asap yang sudah dipotong sebesar 5×5 cm, tahu, dan tempe. Saat sudah mulai mendidih tambahkan santan. Untuk menambah cita rasa, tambahkan garam dan gula pasir secukupnya. Tunggu hingga matang, lalu sayur mangut pun siap dihidangkan. Resep ini, diajarkan oleh Mamake, ketika aku masih di Rembang. Bagi yang suka sayur pedas berkuah santan, mungkin resep atau kuliner satu ini bisa dicoba. (^_^)v

Yogyakarta, 09 Juni 2014
@MayHpt06

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s