Kala “Cinta” Menggoda #1

Posted on Updated on

Just Talk About Love
Ayo ngaku, siapa yang pernah jatuh cinta, atau merasa pernah jatuh cinta? Mungkin bakalan banyak yang ngaku, atau malah gak ada sama sekali (gegara gak ada yang baca bin ngejawab, :p). Meski begitu, pertanyaan selanjutnya, siapa yang pernah pacaran……?
Weitz, jangan buru-buru jawab, karena belum selesai pertanyaanku. Pertanyaan yang sebenarnya, Siapa yang pernah pacaran waktu SMA? Gak perlu malu, silakan dijawab (dalam hati aja ya, biar gak da yang tahu).
Sekarang ini, aku mulai memasuki seperempat abad kedua usiaku. Jadinya agak tergoda aku membahas tentang hal ini (gegara lihat adik sepupuku yang sudah pacaran, meski dia baru SMA, sedangkan aku baru setahun lalu menjalani yang namanya pacaran (telat gak sih??)). Yup, sekarang ini pasti banyak yang sudah pernah pacaran waktu SMA, kecuali aku. Sebenarnya agak sedih tahu adik sepupuku (cewek) sudah pacaran di usianya. Bukan karena apa, hanya merasa sayang saja, mungkin cara berfikir kami memang berbeda.
Bagiku yang juga seorang perempuan, saat memutuskan menyukai seseorang (lawan jenis), ya dia adalah orang yang akan menemani dan ditemani hingga akhir hayat. Jadi, tidak boleh diputuskan sembarangan. Lagipula ada pepatah yang ampuh, yang jadi bagian di Lirik lagunya Afgan, “Jodoh Pasti Bertemu”. So, kenapa mesti takut, ini bukan pembelaan, tapi kenyataan (kualami sendiri).
Pernah suatu kali aku bertanya pada adik sepupuku itu, kenapa dia pacaran, dan diapun menjawab, untuk nambah semangat sekolah (Gagal fokus, alias gak paham aku). Apa hubungan dari pacaran dengan nambah semangat buat sekolah?? Apakah dia benar-benar yakin bahwa, dia tak ingin menghabiskan waktu bersama dengannya hingga akhir hayat? Wow, alasan yang dia berikan waktu itu cukup membuatku terpukul telak. Sekali lagi kembali ke pemikiran awal, mungkin memang cara berfikir kami yang berbeda, meski saat bertanya aku memposisikan diriku seusianya.
Bagiku seorang perempuan, yang katanya rentan, dan terbatas ruang geraknya, memutuskan untuk memulai sebuah hubungan dengan lawan jenis itu risikonya sangat besar. Salah langkah, bakal meninggalkan bekas luka yang dalam dan tak kan pernah bisa terobati. Karenanya, saat mendapatkan jawaban semacam itu dari adik sepupuku itu, aku sedih. Selain itu, aku merasa jawaban itu sangat egois. Terus bagaimana dengan perasaan, yakin gak mengunakan perasaan saat memulai sebuah hubungan? Bagaimana dengan cowoknya, have fun juga? Wah, kalau saat itu jawaban pihak cowoknya juga sama, makin hancurlah (speechless).
Kala “Cinta” Menggoda #1, judul kali ini memang selalu menggoda buat dibahas. Padahal, artikel semacam ini sudah tak terhitung lagi jumlahnya. Tapi, gegara adik sepupuku itu, aku akhirnya tergoda juga untuk menulis tentang tema ini. Aslinya, aku gak terlalu mempermasalahkan tentang pacarannya, asal berani berbuat berani bertanggungjawab saja, aku gak masalah. Yang kumasalahkan adalah usianya, yakin ini ndak terlalu terburu-buru, ndak terlalu dini untuk memulai suatu hubungan “cinta”, hubungan dengan lawan jenis, pacaran? Kalau melihat jawaban yang kemarin dia berikan padaku, bagiku adik sepupuku itu masih terlalu dini untuk hal macam ini. Aku sendiri saja, baru berani memulai setelah aku berada di semester akhir kuliah S1 ku. Apakah begitu sulit, untuk memulai sedikit lebih lambat, menunggu 3-4 tahun lagi? Itu hanya sedikit dari pemikiranku, jawabannya tetap kembali ke pribadi masing-masing. Terimakasih telah mampir, dan membaca coretanku ini. (^_^)V

Yogyakarta, 16 September 2014
@MayHpt06

Iklan

5 thoughts on “Kala “Cinta” Menggoda #1

    Phie said:
    September 16, 2014 pukul 7:52 pm

    uhukk … aku dong jomblo *gagal fokus* ๐Ÿ˜›

      mayhpt06 responded:
      September 16, 2014 pukul 8:34 pm

      Tapi pernah kan? Apa coba, tambah ngaco, gagal fokus juga… :p

        Phie said:
        September 16, 2014 pukul 10:07 pm

        hahahaha iya siih iyaa ๐Ÿ˜›

        mayhpt06 responded:
        September 16, 2014 pukul 10:21 pm

        Itulah jawaban yang sebenarnya, btw kok kayak terpaksa gitu? Tapi it’s okay baelah, aku rapopo….

        Phie said:
        September 16, 2014 pukul 10:37 pm

        hehehe ora og, May, kek ga ngerti aja ekspresi drama ๐Ÿ˜›

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s