Serupa Yang Ternyata Berbeda

Posted on

Aku seorang penggemar mie rebus, yang juga pecinta kuliner halal, murah, dan yummy pastinya. Sekarang pulau Jawa mulai memasuki musim penghujan yang telah lama dinanti oleh sebagian besar penduduk pulau Jawa. Dan pastinya akan ada perbedaan yang cukup terasa, yaitu hawa atau suhu yang lebih dingin dan rasa lapar yang lebih besar (entahlah kalo yang satu ini, kita sama atau tidak, yang pasti beberapa waktu ini, rasa laparku lebih besar daripada biasanya), ngeles mulu kerjaannya ( 😆 ). Kuliner yang paling cocok di suasana macam ini, tentu saja Mie Rebus (bakmi jawa).
Bakmi Jawa rebus, memang paling top markotop, cucok, dan mantap banget buat disantap di musim ini. Kuahnya yang gurih dan hangat, tentu bisa jadi teman pengusir lapar dan dingin di musim ini. Hmm yummy, tetiba rasanya air liur ini ingin menetes, laper sepertinya. 😀

image

Lihat foto ini malah makin pengen, apalagi sekarang lagi hujan gerimis, makin kemecer ni mulut. Beruntungnya aku yang terdampar di kota Berjuta Kuliner ini, Kota Gudeg tempat yang asyik buat berburu kuliner yang satu ini. Dan kuliner ini mudah sekali di temukan, karena bertebaran di mana-mana, di tiap jengkal jalan di kota Pelajar ini. Selain itu yang lebih keren adalah, ternyata tiap penjual Bakmi Jawa di kota ini memiliki rasa yang berbeda. Jadi bisa dikatakan serupa (bakmi jawa rebusnya) tapi beda rasanya. Padahal menurutku bumbunya mungkin sama, tapi entah kenapa ada rasa yang berbeda saat kuliner ini masuk mulutku. 😛
Di daerah asalku, di Kota yang memiliki slogan Bangkit, tempat peristirahatan terakhir tokoh emansipasi perempuan Indonesia R. A. Kartini, ada juga kuliner Bakmi rebus yang rasanya belum pernah kutemui selain di Rembang sana. Di sana dikenal dengan nama Bakmi Wandi, rasanya sungguh sangat khas, dan super yummy pokoknya.

image

Kayak gini nih, penampilan Mie Wandi, gak jauh beda kan pa foto bakmi jawa rebus tadi?

Wisata kuliner di dua kota favoritku ternyata memang serupa tapi tak sama (rasanya). Yang di Jogja cenderung gurih-asin, yang di kota asalku gurih-manis, dan berasa banget rasa udang segarnya. Hmm, ngiler lagi nih, membayangkan nikmatnya makan mie rebus kala hujan gerimis. Siapa yang setuju kalau makan mie rebus di kala hujan gemiris tuh rasa enaknya tuh di sini (nunjuk lidah dan perut)? Oke, sekian dulu tulisanku tentang Bakmi Jawa Rebus yang cocok banget dimakan saat hujan gerimis. Terima kasih dan mampir dan membaca. Salam Cheers dan Grateful Power, sampai ketemu lagi.

Yogyakarta, 06 Desember 2014
@MayHpt06

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s