Akhir Tahunku Ber’Misi’, Yeay!! (NPWP dan BPJS Mandiri)

Posted on Updated on

Wah long weekend berturut-turut dalam dua minggu terakhir di penghujung tahun 2014, hmm sepertinya menyenangkan. Tapi sepertinya hal itu tak berlaku buatku, karena meski libur bersama, ada beberapa tugas yang harus kuselesaikan sebelum aku pulang ke kota kelahiranku. Ya, jauh-jauh hari, tepatnya sebulan sebelumnya atau satu setengah bulan sebelumnya, aku meminta ijin untuk mengambil cuti di akhir tahun, karena mau mengurus pembuatan NPWP dan BPJS Mandiri. Yang mana hal itu takkan bisa kulakukan kalo hari itu tanggalnya merah (libur).

Jadinya aku meminta ijin dari tanggal 29 Desember 2014, hingga selesai mengurus dua kartu ajaib, yang kepengurusannya harus di kota asal tempat tinggal. Sebetulnya aku lupa kalo akan ada cuti bersama hari Natal, beneran lupa. Akhirnya aku tetep saja masuk di hari libur, sembari menyelesaikan tugas-tugasku, sebelum nanti kutinggal beberapa hari untuk mudik.
Aku mudik berdua bersama adek semata wayangku yang kebetulan juga kuliah di kota yang sama, kami memutuskan membawa ‘Ichi’, motor yang kubawa kemari. Aku memang berencana menyicil mengembalikan motorku terlebih dulu ke rumah, karena kupikir di rumah lebih membutuhkan motor itu daripada aku. Kami berangkat sekitar pukul 09.00 pagi, melewati rute timur selatan (lewat solo, purwodadi). Adekku yang ada di depan, aku cukup duduk manis, ‘mbonceng’ di belakang. Sebelumnya kami mampir sarapan, dan mengira-ira jalan ‘tikus’ mana yang bisa dilalui agar lebih cepat sampai.
Perjalanan kali ini sungguh tidak biasa bagiku. Naik motor pulang untuk mudik maupun balik lagi ke kota Gudeg ini memang bukan kali pertama aku jalani. Tapi kali ini cukup spesial, karena adekku hanya berhenti dua kali untuk mengisi bensin. Kalo aku bisa berhenti 3-4 kali, selain mengisi bensin, istirahat sejenak sebelum melanjutkan melajukan motor kesayangan. Sesampainya di rumah kira-kira pukul 15.30, enam setengah jam perjalanan. Wow lumayan juga untuk motor seusia ‘Ichi’, 14 tahun. Meski usia udah tergolong tua, tapi masih mampu melaju dengan mantapnya. Terima kasih ‘Ichi’.
Alhamdulillah, puji syukur kami berdua selamat sampai di rumah. Dan aku merasa senang karena, hari itu ibuku memasakkan masakan yang memang sudah aku pesan jauh-jauh hari sebelumnya, ‘Jangan Boros’ atau sayur ‘Boros’. Boros itu tunas atau batang muda dari empu ‘Kunci’, salah satu bumbu atau rempah-rempah yang biasa digunakan untuk masak. Dan ‘Boros’ hanya dapat dijumpai di waktu tertentu (musim hujan) dan di kota tertentu saja. Selepas makan siang menjelang sore, kuistirahatkan sejenak badan sembari mengobrol melepas kangen dengan ibu dan saudara-saudara di rumah.
Aku berusaha untuk tidak menyia-nyiakan waktu pulangku kali ini. Malam hari, selepas magrib, aku mengajak ibuku pergi mengunjungi bulekku yang beberapa waktu lalu dioperasi pengangkatan rahim (karena terindikasi myooma), dan juga budheku yang rumahnya tidak jauh dari rumah bulekku tinggal. Alhamdulillah bulekku kondisinya sudah jauh lebih baik dan sudah mampu melakukan aktivitas seperti sedia kala. Setelah selesai dari tempat budheku dan bulekku, kami pun menuju rumah ‘mama’. ‘Mama’ku adalah kakak pertama ibuku, alias budheku juga, tapi aku sudah menganggap beliau mamaku sendiri, ibuku juga tidak pernah keberatan dengan hal itu.
Hari Senin pagi, 29 Desember 2014, mulailah aku melaksanakan misi yang kubawa saat akan pulang ke rumah. Agak siang aku keluar rumah kala itu, karena badanku masih merasa pegal dan capek. Aku pergi ke kantor pajak terlebih dahulu karena letaknya lebih dekat dari rumahku, aku mau mengurus pembuatan NPWP. Untuk aku yang masih single, pengurusan pembuatan NPWP cukup mudah, hanya menyerahkan fotokopi KTP dan menunggu sebentar kartu NPWPku sudah tercetak. Terima kasih kuucapkan kepada mbak petugas yang ramah dan membantuku membuatkan kartu NPWP. Tidak lupa mbak petugas mengingatkan aku untuk mengisi SPT dan menyerahkannya ke kantor pajak terdekat, periode pengumpulan dari 1 Januari 2015 hingga 31 Maret 2015 (tapi sampai sekarang aku belum ke kantor pajak).

wpid-img_20150110_105747.jpg
Alhamdulillah, ini kartu ajaib yang pertama, NPWP ku sudah jadi. 😀 (misi pertama selesai dilaksanakan)

Tibalah misi kedua, ke PMI, aku sudah berjanji pada diriku akan bertemu dengan ‘Mr. Dracula‘, karena bulan itu sudah saatnya aku sowan ke beliau. Aku bergegas ke kantor PMI, tapi ternyata tutup (aku datang waktu istirahat siang), akhirnya aku pulang dulu makan siang. Jam 13.15 aku kembali ke kantor PMI, dan setelah diperiksa kelayakannya, petugas mempersilakan aku ke dalam ruang donor, setelah setengah jam, ternyata petugas kesulitan mencari pembuluh darahku, dan tidak berani untuk berspekulasi. Lalu akupun diminta untuk datang ke bank BRI, karena sekitar jam 15.30 akan ada donor darah di sana, dan ada petugas yang mampu menangani kasus sepertiku. Oke tak masalah pikirku, akupun pergi menyelesaikan misi ketiga, yaitu mengurus pembuatan kartu BPJS Mandiri.
Aku tiba di kantor BPJS sudah terlalu siang, mau sore malah. Akhirnya kuputuskan untuk meminta formulir dan persyaratan apa saja yang diperlukan untuk mengurus pembuatan BPJS Mandiri. Setelah itu aku pun pulang. Tapi aku tidak benar-benar pulang, aku pergi ke bank BRI seperti yang disarankan petugas PMI dan menunggu dengan cantik hingga acara Donor dimulai. Sembari menunggu, aku pun melihat formulir dan persayaratan dari kantor BPJS tadi. Berikut syarat untuk membuat kartu BPJS Mandiri: fotokopi Kartu Keluarga (KK), fotokopi KTP (semua anggota keluarga dalam KK), fotokopi buku tabungan, Pas Foto 3 x4 berwarna (setiap anggota keluarga), bagi yang sudah menikah dan memiliki anak, wajib melampirkan fotokopi surat nikah, dan fotokopi akte masing-masing anak (bila lebih dari seorang anak). Dan wajib mengisi formulir peserta BPJS Mandiri. Ada tiga jenis Premi yang harus dibayarkan, peserta berhak memilih, yang pertama @Kelas 1 dengan iuran perbulan Rp. 59.500,00, @Kelas 2 dengan iuran perbulan Rp. 42.500,00, dan @Kelas 3 dengan iuran perbulan Rp. 25.500,00 (Kelas di sini maksudnya kelas ketika rawat inap di rumah sakit).
Tak terasa waktu untuk bertemu ‘Mr. Dracula‘ telah tiba, aku masuk ke ruangan yang ditunjukkan oleh petugas BRI, dan menemui petugas PMI yang lain, yang lebih berpengalaman dalam menangani kasus sepertiku. Benar saja, tidak sampai 5 menit setelah pembuluh darahku ditemukan secara spekulatif oleh petugas tersebut, kantung bervolume 350cc penuh, Alhamdulillah aku sangat bersyukur, akhirnya janjiku pada ‘Mr. Dracula‘ telah lunas kubayar, dan sampai ketemu tiga bulan lagi ‘Mr. Dracula‘.
Besoknya pagi-pagi aku sudah menyiapkan segala persyaratan yang dibutuhkan untuk membuat kartu BPJS mandiri. Formulir sudah kuisi, fotokopi KK, fotokopi KTP, fotokopi buku tabungan, dan foto sudah kusiapkan, sekarang meluncur ke kantor BPJS. Sesampainya di sana, berkas kuserahkan dan setelahnya akan memdapatkan nomor antrian. Ternyata ada berkas yang kurang, aku harus pulang ke rumah.
Sebetulnya pengurusan BPJS mandiri haruslah per KK (artinya setiap anggota keluarga dalam KK diberikan satu kartu BPJS). Tapi aku hanya menulis namaku sendiri saja, dikarenakan ibuku dan adekku sudah memiliki askes (fotokopi kartu askes wajib dilampirkan). Jadi jika ada anggota keluarga yang sudah memiliki kartu Askes atau kartu BPJS, anggota keluarga lain yang belum memiliki kartu BPJS dan mau mengurus BPJS Mandiri wajib melampirkan fotokopi kartu Askes atau BPJS anggota keluarga yang memilikinya. Mengurus pembuatan kartu BPJS cukup memakan waktu, dan butuh kesabaran ekstra. Setelah menunggu sekian lama dan sudah kubayarkan Premi bulanannya, akhirnya kartu BPJS Mandiriku tercetak juga, dan kartu ini akan aktif setelah 7 hari pembayaran.

wpid-img_20150109_123611.jpgAlhamdulillah meski hampir seharian di kantor BPJS (jam 09.00-14.15) dan bolak-balik beberapa kali, akhirnya kartu ini tercetak juga. 😀

Alhamdulillah aku senang sekali misi yang kubawa saat mudik akhir tahun kemarin lancar dan sudah terpenuhi semua. Tidak sia-sia waktu yang kuhabiskan di sana. Tanggal 31 Desember 2014, aku memutuskan untuk melakukan persiapan balik ke Jogja, karena tanggal 2 Januari 2015 tidak ada libur atau cuti bersama. Jadi tanggal 1 Januari 2015, aku harus balik ke Jogja. Aku sangat bersyukur semua yang kurencanakan, misi-misi yang kubawa berhasil kulaksanakan semua. Sehingga tanggal 1 Januari 2015 saat kembali ke Jogja, aku merasa lebih fresh, dan siap menyambut hari baru dengan lebih baik lagi. Demikian pengalamanku mengurus NPWP dan kartu BPJS Mandiri, meski dibalut dengan cerita yang mungkin membosankan, kuharap mampu sedikit kubagi dengan pembaca sekalian. Terima kasih telah mampir. Salam Grateful Power (^_^)/

Yogyakarta, 09 Januari 2015
@MayHpt06

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s