‘Jangan Boros’ yang Selalu Ngangenin

Posted on

‘Jangan Boros’ atau bahasa Indonesianya sayur ‘Boros’, selalu sukses membuatku kangen (nulis gini aja bikin liurku mau menetes). ‘Boros’ di kota kelahiranku (Rembang, Jawa Tengah) adalah istilah untuk menyebutkan nama tanaman, tunas atau tanaman yang menghasilkan umbi ‘Kunci’. Temu Kunci memiliki nama ilmiah Boesengria pandulata, memiliki khasiat yang cukup banyak antara lain pengencer dahak, bumbu masak, mengurangi gelaja sariawan, dan masih banyak lagi. Untuk informasi lebih lanjut silakan klik disini.
Kembali lagi ke ‘jangan Boros’, tunas temu kunci hanya dapat ditemui saat musim penghujan, dan yang dijadikan sayur adalah tunas yang belum mekar daun sejatinya. Baunya sangat khas, dan inilah yang membuat aku suka. Biasanya Mamake, memasak sayur ‘Boros’ dengan dibuat sayur lodeh ditambah daging ikan asap (biar makin mantap). Cara masaknya juga tidak terlalu sulit, mudah dilakukan.
Pertama siapkan sayuran ‘Boros’nya, kupas lapisan batang yang keras, sisakan bagian yang lebih lunak (agak kehijauan, calon daun), cuci bersih lalu potong sepanjang 3-4 cm, atau sesuai selera. Lalu siapkan bumbu yang dihaluskan, yaitu: bawang putih, bawang merah, cabai secukupnya, daun jeruk, kunyit, daun jeruk, ketumbar, dan kemiri. Tumis sebentar bumbu yang sudah dihaluskan, lalu masukkan air secukupnya dan sayuran ‘Boros’, tidak lupa masukkan daging ikan asap (sebagai penyedap). Lalu tambahkan garam dan gula pasir secukupnya, jangan lupa lengkuas dan daun salam, bagi yang suka Pete silakan ditambahkan juga. Setelah mendidih, masukkan santan encer, lalu tunggu hingga matang. Setelah matang, sayur ‘Boros’ siap untuk disantap.

wpid-img_20150109_144317.jpgwpid-img_20141228_175740.jpg
Kayak gini nih, ‘Jangan Boros’ yang nikmat dan selalu ngangenin…hmm yummy (laper euy..)

Bagaimana, mudah kan memmbuatnya. Sayangnya, sayur ini hanya bisa dijumpai saat musim penghujan, dan biasanya harganya cukup mahal. Di Rembang satu ikatan kecil bisa dihargai Rp. 4000,00, dan untukku sendiri bisa habis dalam sekali makan atau bahkan kurang. Rasanya sangat khas, dan selalu sukses bikin kangen, semoga saja di musim penghujan kelak, akan bertemu lagi dengan sayur ‘Boros’ spesial resep Mamake yang akan selalu kurindukan. Terima kasih sudah mampir membaca, semoga bermanfaat. Salam Grateful Power (^_^)/

Yogyakarta, 10 Januari 2015
@MayHpt06

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s