Dear My New Method of Eating My Foods

Posted on

Hari ke-18
Yogyakarta, 16 Februari 2015

To: My new method of eating my foods
di manapun

Dear FC,
Pertama kali berkenalan denganmu, membuatku bertanya, kamu itu apa sih, kok mpok Juphice begitu memuji-muji dirimu. Yup, mpok Juphice memang orang pertama yang mengenalkanku ke kamu, iya, ke kamu. Awalnya aku merasa kamu tuh cara makan yang aneh, dan aku juga tak yakin bakal seperti apa aku jadinya nanti setelah mengikuti gayamu. Kamu, terkenal dengan sebutan atau istilah Food Combining atau sering disingkat menjadi FC.
Mempraktekkan dan mengikuti gayamu memang tidak segampang teorinya, apalagi aku yang punya hobi makan, awalnya sungguh terasa berat. Tapi lama-kelamaan aku mulai menyukaimu, karena gegara kamu, baju-bajuku sekarang sudah mulai terasa lebih nyaman lagi dipakainya, tak terlalu ketat seperti dulu. Meski angka di timbanganku gak banyak berubah, tapi aku tetap senang, karena banyak bajuku yang jadi muat lagi (yeay!!!!!).
Bagiku yang memang hobi makan dan doyan banget makan sayur dan buah, mengikuti caramu terasa begitu mudah. Hanya saja terkadang aku merasa lapar dan ingin makan dan makan terus, sepertinya itu hanya faktor x yang menyuruhku untuk berkata terus lapar. Toh pada akhirnya setelah hampir 2 bulan mengikuti caramu aku malah enjoy dan senang. Kunci mengikuti gayamu adalah mengikuti siklus sirkadian tubuh, apa itu siklus sirkadian silakan klik disini.
Kalau menurutku, siklus sirkadian adalah jam tubuh dalam memproses makanan, dibagi menjadi tiga sesi, yaitu jam 04.00-12.00 fase pengeluaran atau ekskresi, jam 12.00-20.00 fase pencernaan, dan jam 20.00-04.00 fase tidur atau istirahat. Saat fase ekskresi, bangun tidur langsung minum air jeruk nipis atau air lemon hangat tanpa gula, terus dilanjutkan sarapan buah, buahnya apa aja kecuali durian, nangka, alpukat, bengkuang. Biasanya aku makan pisang, atau semangka, atau jambu biji, atau jambu air, atau pepaya, atau apapun buah yang murah saat itu. Terus, diantara jam 12.00-20.00 aku makan berat dengan kombinasinya nasi (karbohidrat) jodohnya dengan sayur (nasi+sayur), atau mau lauk (protein hewani) jodohnya dengan sayur (sayur+ayam), (sayur+ikan), (sayur+daging sapi), (sayur+daging kambing). Lebih bagus untuk sayuran dan buahnya kondisinya masih mentah atau tanpa dimasak, karena yang paling dibutuhkan tubuh adalah enzim-enzim yang terkandung dalam sayuran dan buah-buahan tersebut. Setelah jam 20.00, aku tak makan lagi hingga pagi. Apakah aku gak lapar dengan caramu itu? Aku merasa biasa aja tuh, gak begitu lapar dan juga cukup kenyang.
Aku sebenarnya hanya melakukan gayamu itu lima hari dalam seminggu, yang dua hari (Sabtu dan Minggu), aku makan seperti dulu aku belum mengikutimu, yang jelas sarapanku kembali jadi nasi lengkap dengan sayurnya. Tapi di lima hari waktuku ber-FC aku mencoba sedislipin mungkin mengikuti gayamu. Dan benar saja, sejak aku mengikuti gayamu aku merasa lebih segar dan lebih sehat. Dan yang paling membuatku senang adalah baju-baju lamaku jadi muat lagi, yeay, suka-suka-suka. Terima kasih ya mpok Juphice yang sudah mengenalkanku padamu, terima kasih buatmu juga yang telah mengajariku untuk merasa lebih baik. Semoga aku konsisten mengikuti gayamu, aamiiin.

Dari aku yang mulai mencintaimu
Maylia Rachmawati

Iklan

2 thoughts on “Dear My New Method of Eating My Foods

    eqoxa said:
    Februari 16, 2015 pukul 6:59 pm

    wah, kok kayak orang jualan ya? wah wah wah hehe
    semangat nulis terus ya

      mayhpt06 responded:
      Februari 16, 2015 pukul 7:29 pm

      Wah, iya kah? Maaf kak, ada idenya itu, hiks. Jadi seadanya, yang buat besok juga belum kepikiran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s