Pengalaman Baru Pola Makanku

Posted on

Awal tahun 2015 ini, aku memulai salah satu metode makan yang baru, yaitu Food Combining. Kali pertama tahu tentang metode ini dari Kakak angkatan yang setia menjadi ‘tukang kompor’ku, dalam berbagai hal, mbak Palupi Jatuasri, yang akrab kupanggil mpok Juphice. Hampir beberapa bulan lamanya, mpok selalu bercerita tentang Food Combining, tapi aku masih belum tertarik. Hingga suatu ketika di akhir tahun 2014, entah apa yang terjadi, akupun memutuskan untuk mencoba menerapkan pola makan tersebut. Jadilah sekarang aku newbie dalan F-Cer.
Metode ini kumulai tepat hari pertama di tahun 2015, saat itu hari Kamis. Sebelum memutuskan ber-FC, aku sudah menetapkan diri untuk ber-FC hanya pada hari-hari kerja (Senin s.d. Jum’at), Sabtu & Minggu saatnya cheating (hehehehe, masih sulit buatku untuk melupakan metoda lama :p). 10 hari pertama, sungguh suatu hal yang luar biasa sulitnya untuk kulakukan. Banyak cobaannya, dari dalam diri dan juga lingkungan sekitarku. Secara, tidak sedikit yang menentangku melakukan FC, dengan alasan yang bermacam-macam. Belum lagi hinaan dan ejekan mereka terhadapku. Untungnya diriku sudah kebal terhadap ejekan yang datang untukku, jadi lanjut aja. Karena untuk sehat, tambeng itu sangat perlu.
Aku sendiri memutuskan untuk ber-FC bukan untuk membuat badanku jadi langsing aduhai gimana gitu. Tapi lebih ingin agar tubuhku yang sering terkena flu, batuk, dan asma, jadi lebih fit. Dan tidak mudah mengantuk setelah jam makan siang di kantor. Karena, teman seruanganku, si Mpok yang juga ‘tukang kompor’ku, setelah ber-FC terlihat lebih fit dan segar. Itulah mengapa akhirnya aku memutuskan untuk ikut mencoba, dan kembali terjatuh dalam ‘komporan’nya (hehehehehe). Jujur aja, banyak yang mengira aku ikut FC karena aku ingin menurunkan berat badanku, yang memang telah melebihi batas dan kapasitas (menurut sudut pandang ibuku, meski aku santai saja dengan kondisi tubuhku itu).
FC yang kulakukan cukup sederhana, bangun tidur minum jeruk nipis hangat tanpa gula. Terus sarapan buah, terserah jenisnya, keculai nangka, durian, bengkoang, dan alpukat. Jika masih lapar, aku makan buah, dari waktu sarapan hingga jam 12 siang. Setelah itu jam 12 siang sampai jam 8 malam, aku makan berat dengan kombinasi: nasi plus sayur, atau Lauk hewani plus sayur. Lebih bagus lagi kalau sayurannya masih mentah (tidak dimasak). Tapi tidak mudah dilakukan, menyediakan sayuran mentah untuk anak kosan cukup menyulitkan, jadi terkadang seadanya saja. Diantara dua kali makan berat, terkadang aku makan camilan (jika ada). Setelah jam 8 malam, aku mencoba untuk tidak makan lagi hingga pagi saat bangun tidur.
Setelah ber-FC memasuki bulan ketigaku ini, penurunan berat badanku tidaklah signifikan terlihat. Tapi aku merasakan dampak yang menyenangkan yang kurasakan terjadi dalam tubuhku. Yaitu badan yang lebih fit, segar dan tidak mudah mengantuk setelah jam makan siang. Dan sebagai tambahannya, banyak baju dan celana lamaku yang kembali muat kupakai (irit deh jadinya, gak perlu beli baju baru) (yeay, di sini kadang saya merasa sangat gembira). Bagiku tak masalah berat dalam Kg ku tak turun, asal baju-bajuku muat lagi, itu lebih penting. Meski badanku masih montok berisi, tapi aku senang dan akan melanjutkan ber-FC, dan mencoba untuk lebih mengurangi jatah cheating, karena terkadang tanpa sadar aku melakukan cheating karna tidak tahan godaan makanan kesukaan.
Meski aku bukan contoh yang baik dalam ber-FC, tapi aku tetap merekomendasikan untuk siapa saja yang ingin merasakan badannya jadi lebih fit dan segar, perlu mencoba cara ini, masa percobaan cukup sebulan saja, setelah itu lihat dan rasakan sendiri hasilnya pada tubuh dan badan masing-masing. Selain kuterapkan pada diriku sendiri, aku mulai mengenalkan FC pada Budheku yang sudah seperti mamaku sendiri, soalnya mamaku sendiri masih enggan ikut mencoba FC, karena melihatku masih montok, padat, berisi. Budheku beberapa bulan terakhir mengalami syaraf kecetit, entah penyakit seperti apa, dan apa sebab sebenarnya dari sakitnya itu aku tak tahu. Yang pasti gara=gara penyakitnya itu, beliau kesulitan untuk berjalan, duduk dan berdiri pun juga merupakan hal yang tidak mudah beliau lakukan.
Tapi sekarang, setelah beliau mencoba menerapkan FC selama 8 hari ini, beliau sudah mulai merasakan perubahan yang terjadi pada badan beliau. Beliau mengatakan, sekarang badannya lebih enakan dan juga kesemutan di tangan dan kaki mulai berkurang. Beliau juga sudah mulai bisa berjalan lebih tegap lagi. Syukur Alhamdulillah, aku senang ternyata budheku mau mendengarkanku dan mencoba cara yang kusarankan padanya.
Aku berharap akan ada lebih banyak lagi yang akan menggunakan metode FC ini, sehingga makin banyak pula yang memiliki badan yang fit dan segar. Aku sendiri memang berharap semoga setelah aku melakukan FC dengan benar, angka Kg di timbangan badanku akan berkurang. Hahahahaha, meski bukan itu yang jadi tujuan utamaku ber-FC. Yup, demikian sedikit pengalamanku dalam melakukan metode Food Combining, meski tulisan ini masih acak adul, tapi kuharap dapat sedikit berbagi dengan pembaca sekalian. Tulisan ini diikutkan dalam Give Away Syukuran Buku Food Combining oleh Widyanti Yuliandari. Terima kasih telah mampir dan membaca tulisanku yang masih sederhana ini.

bannergiveaway1

Iklan

2 thoughts on “Pengalaman Baru Pola Makanku

    wyuliandari said:
    Maret 10, 2015 pukul 3:12 pm

    Terimakasih telah mengikuti GA perdana saya yaa. Semoga Makin sehat. Aamiin.
    SAlam hangat dari Bondowoso 🙂

      mayhpt06 responded:
      Maret 10, 2015 pukul 3:18 pm

      Aamiiin. Terima kasih kembali, salam dari Yogyakarta. 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s