Sahabat Baruku, Osteofit, Osteoarthritis

Posted on

Awal Maret 2015, pertama kali aku mengenal sahabat baruku. Tepatnya tanggal 10 Maret 2015, dari hasil rontgen lutut kaki kiriku. Ternyata di usiaku yang baru menginjak 26 th ini, ada sahabat baru yang muncul di tempurung lutut kiriku. Osteofit, itulah sebutannya, kata dokter yang saat itu memeriksaku. Osteofit, salah satu gejala penyebab Osteoarthritis atau radang sendi. Aku sendiri tak begitu paham sebenarnya apa itu Osteofit, akhirnya aku tanya mbah Google saja alias googling. Menurut pemahamanku, Osteofit adalah tulang kecil yang terbentuk di bagian tulang yang lain (tempurung lututku), bentuknya seperti taji ayam jago, atau duri mawar. Dan karena sebab tertentu yang lain, dapat menekan ke bagian yang lain dalam lutut, yang menyebabkan nyeri dan rasa tidak menyenangkan ketika beraktifitas.
wpid-img_20150318_113447.jpg
Seperti ini kenampakan Osteofit, sahabat baruku, di tempurung lututku.
Yup, awalnya aku gak pernah menduga, kalau ternyata rasa ngilu atau nyeri atau sakit atau rasa tidak menyenangkan yang kurasakan saat naik tangga dan juga setelah berlari adalah suatu tanda keberadaan sahabat baruku, si Osteofit. Sebenarnya, secara alami Osteofit akan terbentuk pada usia 50 th keatas (kalau sebab yang pasti, aku juga belum begitu paham). Keberadaan sahabat baruku ini yang lebih cepat dari waktu seharusnya, ternyata disebabkan karena aku pernah kecelakaan di tahun 2010 lalu yang ternyata menyebabkan cedera lututku. Tapi karena saat itu, aku masih bisa berjalan normal, meski ada lebam dan sedikit bengkak di lutut, jadinya aku tidak memeriksakannya ke dokter atau rumah sakit (kesalahan yang sedikit kusesali). Yup, hal itu telah berlalu, tak perlu lagi disesali. Sekarang lebih menjaga diri dan kesehatan saja, agar sahabat baruku tidak menyebabkan nyeri di lututku lagi.
Selain bertanya ke mbah Google tentang sahabat baruku, aku juga bertanya mengenai bagaimana caraku untuk bisa bersahabat dengannya, agar aktifitasku masih bisa kujalani mendekati aktifitasku yang seperti biasanya (karena gak dimungkinkan untukku beraktifitas seperti dahulu saat sebelum kutahu ada sahabat baruku di tempurung lututku). Aktifitas yang benar-benar kuhindari adalah melompat, aku tak diperkenankan melakukan lompatan yang bisa membebani sendi lututku. Dan yang pasti harus menjaga berat badan, jangan sampai bertambah. Akhirnya aku mendapatkan jawaban dari pertanyaanku, bagaimana cara untuk bersahabat dengan sahabat baruku. Kata mbah Google, aku perlu melakukan beberapa latihan (exercies) terutama untuk melatih otot paha dan juga ligamen. Serta mengurangi olah raga atau kegiatan yang membebani sendi lutut. Ada banyak macam latihan yang disarankan mbah Google, kita hanya perlu menyesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan kita masing-masing.
Beberapa kegiatan olah raga yang direkomendasikan untuk orang yang memiliki kasus sepertiku adalah: berenang (min seminggu sekali), bersepeda, taichi, yoga, dan berjalan kaki. Berlari, melompat. jongkok lama, naik turun tangga, dan berdiri lama harus dihindari atau dikurangi. Berlari kecil dengan jarak super pendek masih diperbolehkan. Naik turun tangga harus menggunakan tehnik tertentu, untuk meminimalisir risiko nyeri. Aku terpaksa harus naik turun tangga setiap hari kerja karena tempat kerjaku yang berada di lantai 3, tanpa eskalator, tanpa elevator. Alhamdulillah berkat tehnik yang diajarkan oleh fisioterapisku aku merasa bisa meminimalisir rasa nyeri yang kadang timbul di lutut kiriku. Tehniknya cukup sederhana, yaitu ketika naik tangga gunakan kaki yang sakit terlebih dahulu, dan jika akan turun tangga gunakan kaki yang sehat terlebih dahulu.
Aku akan berusaha bersahabat dengan sahabat baruku ini, agar meski kini dia akan terus menemaniku. Kuharap keberadaannya gak akan mengganggu aktifitasku. Dan akupun tak akan mengganggu keberadaannya di tempurung lututku. Jadi aku mencoba untuk lebih menerima keadaanku dan berusaha untuk menyesuaikan diri dengannya. Semoga saja dengan begitu kami bisa saling berteman tanpa menggangu keberadaan kami masing-masing. Oh ya, yang paling penting adalah tetap menjaga pikiran ini agar terus berfikir positif. Ok Keep Fighting, Ganbarimashou, (^_^)/.
Terima kasih telah mampir.

Yogyakarta, 18 Maret 2015
Salam Hangat,

@mayHpt06

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s