Sebuah review ‘Mad Max: Fury Road’ by Warner Bross Production

Posted on

Hai, jumpa lagi, bagaimana kabar pembaca sekalian? Semoga selalu dalam lindunganNya (aamiin). Beberapa waktu lalu, aku gak sengaja nonton film yang satu ini. Kenapa gak sengaja?
Disebabkan kebosanan dan kesuntukan yang teramat sangat, dan kebetulan di kota ini ada bioskop, jadi kuputuskan untuk nonton, entah apa yang mau kutonton nantinya. (Sebaiknya jangan ditiru, ini hanya proses pengalihan sementara) :'(. Lalu tanpa direncanakan sebelumnya, akhirnya, kuputuskan untuk membeli tiket ‘Mad Max: Fury Road’ yang digarap oleh WB (Wanner Bross), alasannya simpel, karena jadwalnya pas, sore sudah kelar filmnya. Gak berani berekspektasi, karena aku gak paham sebenarnya mauku saat itu apa. Hanya yang kutahu, ini film remake, itu aja. Selebihnya lihat nanti pas nonton. Tiket yang sudah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan. (Apapun isinya, risiko harus kutanggung sendiri).

image

Alhamdulillah, filmnya tidak mengecewakan. Ngakak abis, karena keherananku dan segala pertanyaan ketidakpercayaanku pada setiap kejadian di film itu. ‘Kok iso?’ (Kok bisa?), pertanyaan itu berulang kali kuajukan pada diriku sendiri selama film itu diputar. Benar-benar film yang tidak mengecewakan, meski masih banyak yang kurang. Kurang greget dan terkesan dipaksakan berakhir, (hahahaha, itu saja keluhanku).
Film itu menceritakan tentang potret kelam masa depan manusia kelak, dimana air dan bahan bakar akan menjadi sangat langka dan pemicu terjadinya perang antar wilayah. (Sepertinya sekarang sudah mulai terjadi, mungkin kalau diteruskan, apa yang diceritakan dalam film itu dapat terjadi). Max adalah nama pemeran utama prianya, seorang mantan prajurit yang jadi sedikit agak gila, karena kegagalannya menyelamatkan keluarganya dari bahaya. Dan pemeran utama wanitanya adalah Furiosa, seorang ‘kapten’ yang membelot, karena sudah muak dengan tingkah pemimpinnya (Immortan Joe).
Pembelotan Furiosa, dimulai dengan melarikan para ‘wanita-wanita’ Immortan Joe (selir). Para selir merasa lelah dengan perlakuan sang pemimpin yang menganggap mereka seperti binatang ternak saja, yang harus menghasilkan anak laki-laki yang sehat dan hidup.  Selain manusia yang hidup, pada zaman itu, tercipta juga semacam zombie yang menjadi pasukan sang pemimpin. (Waktu pertama kali lihat Immortan Joe, yang terlintas di benakku adalah kok bisa orang yang hidupnya tergantung pada alat penyokong hidup, masih bisa berlaku kejam dan egois). Tapi ternyata bisa, dan ada (dalam film itu).
Max secara tidak sengaja membantu Furiosa melarikan para selir, awalnya mereka saling akan membunuh satu sama lain. Tapi akhirnya mereka saling bekerja sama untuk dapat bertahan hidup. Setelah sang pemimpin tahu penghianatan yang dilakukan Furiosa, dia beserta pasukannya mulai mengejar dan berniat membawa kembali para selir ke ‘istana’nya. Di sini proses kejar-kejaran yang keren, khayal, kacau, lucu, konyol, dan menegangkan terjadi. Kekonyolan seperti apa yang terjadi? Harus disaksikan sendiri, yang jelas aku belum pernah membayangkan dan baru kali ini lihat film yang semacam ini.

image

Satu jempol kuangkat buat film yang satu ini. Spesial efeknya keren, dan lumayan mengusir penat dan kebosanan yang saat itu menemuiku. Buat yang belum nonton, silakan dicari dan ditonton bareng di rumah. Serius dijamin bakal, nano-nano deh perasaannya. Asyiik, seru dan lucu pokoknya.  Terima kasih sudah mampir. Salam hangat dariku.

Yogyakarta, 16 Juni 2015
@MayHpt06

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s