Cara Membuat Pompom Benang Wool dengan “Pompom Maker”

Posted on

Halo, lama tidak berjumpa. Mengawali tahun 2017, aku mau berbagi tips bagaimana membuat Pompom dengan bantuan alat “Pompom Maker”. Beberapa waktu yang lalu, aku melihat beberapa aksesoris perempuan mulai menambahkan pompom sebagai hiasannya. Pompom dapat kita jumpai ditambahkan di tas tangan, di topi rajut, di sepatu bayi, bahkan hanya pompom itu sendiri sebagai anting-anting atau gantungan kunci.

Membuat pompom sendiri cukup mudah dilakukan sendiri. Kita dapat membuat pompom dengan atau tanpa bantuan alat pembuat pompom. Beberapa pengrajin membuat pompom dengan tangan kosong (menggunakan 4 jari), ada juga yang menggunakan garpu makan, ada yang menggunakan dua buah tiang, ada yang menggunakan alat “Pompom Maker”. Banyak cara yang dapat dilakukan jika ingin membuat pompom sendiri.

Kali ini, aku akan membahas tentang bagaimana membuat pompom dari benang wool dengan menggunakan bantuan “Pompom Maker”. Pompom Maker biasanya berbentuk seperti sepasang donat atau cincin dengan bagian yang mudah dilepas dan disatukan. Dan juga ada jarak jika sepasang alat tersebut disatukan, hal ini bertujuan untuk memudahkan pada saat pengguntingan dan pengeluaran hasil pompom dari alatnya.

Seperti itu bentuk alat “Pompom Maker” dari bahan plastik.

Pertama-tama yang harus disiapkan adalah benang wool (benang siet) secukupnya, gunting, dan pompom maker. Pompom maker biasanya terdiri dari 4 ukuran, kali ini aku membuat dengan ukuran yang paling kecil. Berikut langkah-langkahnya:

Pertama, Aku menggunakan benang wool warna putih tulang untuk pompomnya dan benang wool warna putih sebagai tali pengikatnya (sengaja dibedakan meski warnanya mirip). Aku menggunakan pompom maker yang terdiri dari 2 pasang pompom maker setengah lingkaran dengan rongga di bagian tengahnya). Ambil sepasang pompom maker setengah lingkaran lalu mulai lilitkan benang wool putih tulang hingga memenuhi setengah lingkaran pompom maker dan hampir memenuhi rongga di bagian tengahnya.

Kedua, Tanpa memotong benang (beberapa pengguna pompom maker terkadang memotong benang sebelum melanjutkan mengisi sepasang pompom maker setengah lingkaran yang lain), lilitkan benang tersebut ke alat pompom maker yang lain, hingga memiliki ketebalan yang sama dengan alat sebelumnya. Terkadang aku menghitung berapa lilitan yang dibutuhkan untuk sepasang setengah lingkaran pompom maker, lalu aku melilitkan jumlah yang sama untuk sepasang alat yang lain (supaya jumlah maupun bentuk pompom yang dihasilkan nanti simetris).

Ketiga, Satukan kedua pasang alat tersebut. Lalu siapkan tali pengikatnya (benang wool warna putih, panjang dapat disesuaikan kebutuhan). Mulai gunting lilitan benang melingkar di bagian tengah alat sesuai dengan alat tersebut. Lalu sisipkan tali pengikat dibagian tengah dengan dililit dua kali, dan lilitan kedua kemudian diikat satu kali.

Keempat, Keluarkan pompom dari alat, dan mulai kencangkan ikatan sekencang mungkin (saat dikeluarkan dari alat biasanya ikatan akan agak longgar). Ikat kembali tali pengikatnya dan usahakan jangan sampai putus. Setelah ikatan pertama dirasa kencang, ikat kembali untuk mengunci ikatan pertama. Kenapa perlu diikat kencang? Hal ini disebabkan ikatan yang kencang mampu membuat bentuk pompom lebih menyerupai bola (juga didukung jika jumlah lilitan benangnya sesuai). Selain itu, karena pompom berasal dari beberapa helai benang yang diikat, maka jika ikatan kurang kencang, benang-benang tersebut dapat terurai kembali, dan pompom buatan kita rusak.

Yup, pompom benang wool akhirnya sudah jadi. Apakah sudah selesai? Bisa sudah, bisa belum. Kita perlu sedikit merapikannya dengan gunting sesuai kebutuhan pompom yang kita buat. Dan huala, setelah dirapikan pompom benang wool kita pun sudah siap untuk diaplikasikan. Akhirnya pompom dari benang wool nya sudah jadi, mudah bukan? Dari sekian banyak alat atau cara membuat pompom, dengan menggunakan bantuan alat “pompom maker” ini, pompom yang dibuat bisa lebih seragam ukuran dan bentuknya. Selamat mencoba ya. Sampai berjumpa di tulisanku berikutnya.

Yogyakarta, 07 Februari 2017

@mayhpt06 ^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s