Manga

#SuratUntukJuli: Eichiro Oda Sensei

Posted on

Hai Juli, ini kali kedua suratku buatmu, bagaimana masih betah kan bareng ma aku? Juli, terakhir kali aku kan cerita karena dukungan keluargaku aku bisa melewati masa terpurukku, kini aku juga ingin cerita hal lain yang membantuku untuk bangkit. Juli, apa kau tahu siapa Eichiro Oda Sensei? Iya benar, ternyata kau tahu, dia mangaka atau pengarang dari komik dan anime terkenal One Piece. Aku dan adekku penggemar dari serial ini.
Apa Juli, kau ingin tahu kenapa serial ini bisa membantuku bangkit? Baiklah, aku akan membaginya denganmu. One Piece karya Eichiro Oda Sensei yang menceritakan tentang seorang anak muda Monkey D. Luffy yang bercita-cita ingin jadi seorang raja bajak laut. Bajak laut, bukankah itu hal yang kurang baik, kok dicita-citakan, mungkin kau akan bertanya begitu. Iya, kau benar mana ada orang yang mengatakan menjadi bajak laut itu baik, apalagi menjadi raja bajak laut, sudah jelas dia bercita-cita menjadi penjahat.
Lalu, kenapa aku suka dan jadi penggemar serial ini? Kalau kamu mengikuti serial ini, mungkin kamu pun akan ikut jadi penggemarnya. Karena, ternyata bagi Monkey D. Luffy menjadi bajak laut bukanlah seperti yang orang awam pikirkan, apalagi menjadi seorang raja bajak laut. Bagi Luffy, menjadi seorang raja bajak laut, berarti menjadi orang paling bebas di dunia. Iya, paling bebas di dunianya.
Dan karena itulah, Luffy dan kelompoknya menjadi kelompok bajak laut yang berbeda dari kelompok-kelompok bajak laut lain di dunianya. Kalau menurutku Juli, kelompok Luffy ini, daripada disebut bajak laut, aku bilang mereka kelompok petualang di lautan. Lalu, apa yang membuatku jadi suka, jadi penggemar serial ini? Banyak Juli, banyak hal yang membuatku jatuh hati dengan karya Eichiro Oda Sensei. Salah satunya adalah karakter dari kelompok bajak lautnya Luffy, yaitu Luffy sebagai kapten, Zorro sebagai wakil kapten sang pendekar pedang, Nami sebagai navigator, Ussop sebagai penembak jitu, Sanji sebagai koki kapal, Chopper sebagai dokter kapal, Robin sebagai arkeolog, Franky si Cyborg sebagai tukang kayu yang bertugas merawat kapal, Brook si tengkorak hidup sebagai pendekar pedang yang ahli bermain musik, dan anggota terbaru Jinbei si manusia ikan mantan Sichibukai sebagai apa aku belum tahu, karena baik di komik atau animenya, Eichiro Oda sensei belum membahasnya. Kelompok bajak laut ini, menurutku adalah bukan bajak laut, seperti yang kubilang sebelumnya kelompok ini seperti kelompok petualang, bukan bajak laut.
Kelompok Luffy ini, tidak pernah secara sengaja melakukan hal yang dilakukan kelompok bajak laut lain, selalu saja ada alasan kalau memang mereka akhirnya melakukan hal yang dilakukan oleh kelompok bajak laut. Bisa kubilang kelompok Luffy ini, kelompok bajak laut baik.

Lalu, apa yang membuatku berfikir kok bisa serial tentang bajak laut ini membantuku bangkit di masa terpurukku? Jadi gini Juli, tadi kubilang aku suka karakter masing-masing anggota kelompok bajak laut Luffy, karakter mereka unik-unik, terutama karakter Luffy yang selalu positive thinking dan berbaik sangka pada banyak hal, membuatku belajar untuk lebih kuat menghadapi masalahku. Bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, bahwa bersikap pantang menyerah takkan merugikanku di masa depan.
Oh ya Juli, pasti ada yang berpendapat komik dan anime itu cuma buat anak-anak, masak orang dewasa nonton itu? Jangan salah Juli, tidak semua cerita komik atau anime cocok ditonton oleh anak-anak, beberapa malah banyak mengandung unsur dewasa, beberapa lagi menyuguhkan kekompleksisitas masalah yang hanya bisa ditelaah oleh orang dewasa. Termasuk One Piece ini, menurutku karena banyak hal yang disuguhkan oleh Eichiro Oda Sensei yang menunjukkan kekompleksisitas permasalahan di dunia per-OnePiece-an, sehingga serial ini malah tidak cocok diminati oleh anak-anak tanpa pendampingan orang dewasa.
Juli, aku berterima kasih pada Eichiro Oda Sensei yang telah mengarang dan menciptakan serial One Piece. Karena melalui dia, aku bisa ikut menikmati, dan mengambil pelajaran dari serial yang dia buat ini. Karakter-karakter yang dia suguhkan membuatku lebih semangat untuk bangkit, pantang menyerah. Dan yakin bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Sekali lagi Juli, aku bersyukur bisa menjadi penggemar serial ini. Terima kasih Eichiro Oda Sensei, karena karya Anda, proses penyembuhan sakit hatiku berlangsung lebih singkat. Karya sensei telah membantuku untuk terus semangat dan pantang menyerah dalam menghadapi masalah-masalahku. Demikian suratku kali ini Juli, sampai bertemu lagi.

Rembang, 10 Juli 2018
@mayhpt06

Iklan

Kaichou Wa Maid-sama by Fujiwara Hiro

Posted on Updated on

Hai hai, lama tak bersua. Bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam lindunganNYA (aamiin). Kali ini aku mau menulis tentang salah satu manga favoritku yang oke banget (menurutku). My Sweet Kaichou adalah
Baca entri selengkapnya »

Dear Sensei Fujiwara Hiro (Indonesian only)

Posted on Updated on

Hari ke-14
Yogyakarta 12 Februari 2015

To: Lovely Mangaka
Sensei Fujiwara Hiro

Dear Sensei,
(Indonesian only) Bagaimana kabar sensei? semoga sensei selalu dalam lindungan Yang Kuasa (aamiin). Sensei, Baca entri selengkapnya »

“Genius Family Company” by Tomoko Ninomiya

Posted on Updated on

image

image

Hai, ketemu lagi, kali ini aku akan mereview manga karya sensei Tomoko Ninomiya yang berjudul “Genius Family Company”. Karya Tomoko sensei yang satu ini sangat sayang kalau dilewatkan. Dalam karyanya ini sensei menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda genius berusia 17 tahun, bernama Katsuyuki Natsuki. Tinggal berdua dengan ibunya yang bernama Yoshiko Natsuki, di rumah mereka yang dibeli oleh Katsuyuki dari hasil bermain saham saat usianya 13 tahun.
Katsuyuki, pemuda kelas 2 sma yang suka sekali bermain saham dan belajar tentang manajemen dan bisnis, suatu hari dikejutkan dengan permintaan ibunya untuk menikah lagi setelah sekian tahun menjanda. Katsuyuki sebenarnya maklum ibunya menikah lagi, tapi yang membuat dia kesal adalah karena calon ayah tirinya―Sosuke Tanaka― seorang novelis yang lebih mirip dengan gelandangan dan anaknya―Haru Tanaka― yang ‘aneh’. Sangat jauh dari bayangannya. Dia menyangka kalau ibunya akan memilih laki-laki yang seperti mendiang ayahnya, seorang broker handal, pegawai kantoran elit, tampan, dan pintar. Tapi ternyata sang ibu malah memilih laki-laki yang pekerjaannya tidak jelas, gemuk, kumuh, dan ‘berisik’. Bagi Katsuyuki yang seorang perfeksionis, calon ayah dan saudara tirinya itu nggak banget alias bukan termasuk kriteria seorang ayah dan saudara yang dia inginkan.
Setelah pernikahan ibunya berlangsung, Katsuyuki merasa dunianya yang sempurna telah kacau. Hingga setiap hari kerjaan Katsuyuki hanya marah-marah. Suatu hari Katsuyuki menjawab telepon dari luar negeri yang menanyakan tentang Sosuke Tanaka, ayah tirinya. Karena saat itu dia sedang kesal, Katsuyuki menjawab bahwa ayah tirinya telah meninggal. Kehebohanpun terjadi, keesokan harinya teman-teman ayah Sosuke datang dari seluruh penjuru dunia. Mereka ingin menghantarkan ayah Sosuke ke peristirahatan terakhirnya. Tentu saja Katsuyuki sangat terkejut, dia tidak menyangka candaannya yang sekenanya di telepon kemarin dapat respon yang sungguh tidak dia duga. Keadaan sangat kacau sekali, dan kebetulan ayah tirinya dan Haru sedang pergi keluar. Saat mereka kembali, mereka sangat terkejut karena kenalan mereka dari berbagai negara berkumpul di rumah dan sedang mengadakan upacara kematian Sosuke Tanaka, yang nyata-nyata masih hidup. Bagi Katsuyuki, makin kacaulah rumah dan kehidupan sempurnanya.
Upacara kematian yang dilakukan oleh kenalan ayah Sosuke menjadi upacara kegembiraan atas ‘hidup’nya kembali ayah Sosuke. Mereka menggelar pesta api unggun di halaman rumah semalam suntuk. Esok paginya, Katsuyuki makin kesal saja, karena bertambahlah penghuni rumahnya, yaitu kenalan ayah Sosuke dari luar negeri. Kekesalan Katsuyuki makin bertambah saat tahu ayah Sosuke dan Haru sangat fasih berbicara dengan bahasa Inggris. Dan memiliki banyak kenalan dari berbagai Negara di dunia, Katsuyuki benar-benar merasa kesal. Setelah beberapa hari satu persatu kenalan ayah Sosuke kembali ke Negara mereka masing-masing. Tapi masih ada dua orang yang ngotot pengen tinggal yaitu kakek Lin, dan Ami.
Di Sekolah, Katsuyuki juga dibuat kesal oleh teman cowoknya yang mengaku sahabat sekaligus penggemar Natsuki (marga Katsuyuki), Ariyoshi. Ariyoshi suka sekali mencari perhatian Natsuki, dan selalu mencoba untuk mendekatinya. Benar-benar ciri penggemar eh ‘sahabat sejati’ (#ups). Selain Ariyoshi, Natsuki juga memiliki satu penggemar cewek, yaitu Kyoko Nagasawa. Diam-diam Nagasawa menyukai Natsuki, tapi dia selalu berpura-pura mengelak saat ada yang menanyakannya. Nagasawa, seorang anak gadis satu-satunya pemilik toko buku dan sebuah galeri lukisan, ternyata sangat tertarik untuk menjadi seorang pelukis. Tentu saja hal itu sangat ditentang orang tuanya yang menginginkan dia untuk menjadi penerus usaha keluarga (bisnis). Dan Natsuki pun juga tidak begitu tertarik dengan apa yang dicita-citakan Nagasawa. Karena bagi Natsuki yang penting adalah uang dan bisnis.
image

Saat liburan musim panas tiba, Natsuki kabur dari rumah setelah melunasi sisa cicilan rumahnya. Meski dibilang kabur sebenarnya Natsuki menumpang di rumah ‘sahabat sejati’nya, Ariyoshi. Ibu Ariyoshi, sangat senang tahu Natsuki menginap di rumahnya, dia lebih disayang ketimbang anaknya, yaitu Ariyoshi yang dianggapnya anak yang tidak bisa apa-apa karena setiap hari hanya pergi main. Bagi ibu Ariyoshi, Natsuki merupakan anak idaman setiap orang tua karena pintar dalam hal pelajaran dan pintar mencari uang.
Katsuyuki Natsuyuki pun pergi mencari kerja sambilan untuk mengisi liburan musim panasnya. Dia tiba di sebuah toko buku yang memiliki koleksi buku impor yang cukup lengkap, kebetulan toko itu membutuhkan seorang pegawai yang pintar berbahasa inggris dan Katsuyuki pun tertarik dengan lowongan tersebut dan mendaftarkan diri. Hari itu juga dia diterima, dan langsung bekerja, karena pada saat itu ada pengunjung yang kesulitan dalam mencari buku yang dia cari, pengunjung tersebut orang asing yang hanya bisa menggunakan bahasa inggris. Tanpa diduga Katsuyuki, ternyata pemilik toko buku tersebut adalah ayah Nagasawa.
Kerja sambilan Katsuyuki di toko itu dinilai sangat baik oleh ayah Nagasawa, bahkan dia dipercaya untuk mengurusi manajemen toko yang cukup amburadul, pengetahuan Katsuyuki tentang manajemen dan bisnis membuatnya dikagumi dan dipercaya ayah Nagasawa. Untuk menambah pemasukan toko, Katsuyuki pun membuatkan situs penjualan buku online, dan responnya ternyata cukup baik. Saat itu keadaan ekonomi kurang begitu baik, dan meski sudah menambah jalur pemasukan yang baru, Katsuyuki masih belum dapat melepaskan toko dari ambang kebangkrutan. Ditambah lagi ternyata toko dan galeri milik ayah Nagasawa diincar oleh mafia Taiwan, rencananya toko buku dan galerinya akan mereka gunakan sebagai “money laudry’.
Kerja sambilan Katsuyuki ternyata mampu membuka misteri yang selama ini membuat dia penasaran, tentang dipecatnya ibunya setelah mengabdi 19 tahun dari kantornya, diincarnya toko buku tempat dia kerja sambilan dan galeri milik ayah Nagasawa. Dan terkuaknya identitas asli dari Ami dan kakek Lin yang menumpang di rumahnya. Ternyata Ami adalah pemilik dari waralaba hotdog yang mulai terkenal di Amerika. Dan Ami sudah menyelesaikan program sarjananya di Havard University pada usia 12 tahun. Kakek Lin, ternyata adalah ketua dari asosiasi perusahaan se-AsiaPasifik. Dan ternyata kakek Lin sedang mencari cucunya yang hilang yaitu Yuika Mizuno yang seorang ‘hacker’ dan sedang diincar oleh mafia Taiwan. Katsuyuki yang tahu hal itu hanya bisa melongo, kaget tak percaya, dan juga iri dengan Ami.
Manga ini menyuguhkan cerita yang cukup tidak biasa, namun sangat sayang untuk dilewatkan. Manga karya sensei Tomoko Ninomiya ini diterbitkan oleh Level Comic di Indonesia sebanyak 6 Jilid tamat. Memang untuk ukuran komik remaja, topic ini agak berat, tapi bukan berarti hal itu tidak menarik. Kepiawaian sensei dalam menggarap manga ini patut diacungi 4 jempol. Aku tidak pernah bosan membacanya, meski berulang kali. Sayang manga ini sudah termasuk manga langka karena sudah tidak dijual di pasaran lagi (pengen ngoleksi). Kegeniusan Katsuyuki Natsuyuki yang jeli melihat peluang untuk menghasilkan uang. Kegeniusan Yuika Mizuno yang mampu membuat program komputer di usia mereka yang baru 17 tahun, sungguh membuatku kagum. Bagaimanakah akhirnya kisah Katsuyuki, sanggupkah dia menolong tempat kerja sambilannya? Bagaimanakah hubungannya dengan ayah Sosuke dan Haru? Bagaimanakah kisah percintaan Katsuyuki dan Nagasawa? Semua bisa kita ketahui setelah membaca manga karya sensei Tomoko Ninomiya. Manga ini cukup recommended, dan pasti nyesel deh kalo belum baca. Oke, selamat membaca.
image

Yogyakarta, 27 Desember 2013
#review_manga_keduaku

“Kitchen Pallete” by Takada Rie

Posted on Updated on

2KitchenPalette-01_FID_150x237

Manga karya sensei Takada Rie ini menceritakan tentang seorang gadis, anak keluarga kaya raya bernama Komugi Yonekura, yang hobi makan, #eh. Setelah kematian sang nenek yang merupakan pendiri restauran Italia L’aurora, Komugi memutuskan untuk menjadi Chef di restauran yang telah didirikan oleh sang nenek. Tapi hal ini tidak mudah, karena kesan pertama yang diberikan Komugi terhadap sang pemilik restauran Chef Kazumi Tetsuri tidak menyenangkan. Berkat kejadian tak terduga, yang dikenal dengan insiden Suzuki, akhirnya Komugi berhasil menjadi calon chef di L’aurora.
Setelah Komugi diterima menjadi calon chef, dia ditantang Tetsuri sang pemilik, untuk bisa hidup mandiri hanya mengandalkan gaji yang dia dapat tanpa bantuan dari orang tuanya. Kebayang bagaimana drastisnya perubahan hidup yang harus dijalani Komugi. Tapi, dengan tekat dan usaha komugi akhirnya mampu menyesuaikan diri, meski hal itu tidak mudah. Dalam usahanya tersebut Komugi sempat jarang mandi, kulkas yang dia beli akhirnya jadi almari pakaian, dan kelaparan akan makanan enak. Selain menceritakan tentang keinginan Komugi menjadi chef, manga ini juga menyuguhkan cerita romantis antara Komugi dan Tetsuri yang dibayang-bayangi Azuki Yonekura, adik Komugi, Matteo Chef kedua di L’aurora, dan “Ulat Hijau” mantan tunangan Komugi.
Cerita yang disuguhkan oleh sensei Takada Rie,cukup kocak, ringan, dan mudah dipahami sehingga cocok dibaca kalangan remaja. Manga ini diterbitkan dalam edisi bahasa Indonesia oleh M&C. Manga ini termasuk mini seri, 1-3 tamat. Untuk para pembaca manga yang menyukai cerita komedi romantis, manga ini cukup recommended. (^_^)b