puisi

Sebuah Puisi Absurd

Posted on

Senja hari ini, sedikit mengingatkanku

Akan rasa amarah yang perlahan pasti berlalu

Patutnya aku bersyukur, karena akal ini masih berkesempatan berfikir

Bahwa raga ini masih memiliki kesadaran akan pembodohan yang terjadi

Dia yang telah lari, dia pula yang akhirnya sembunyi

Mungkin dia telah merasa berakhir misi membodohi demi sebuah gelar yang kini tak berarti

Terima kasih patut kusematkan pada dia dan ibundanya, betapa mahal pelajaran yang telah mereka berikan

Betapa mereka telah membuka kedua mataku dari kenaifan dan kepercayaan semuku

Bahwa ternyata manusia itu beragam adanya, baik rupa belum tentu baik budinya

Terima kasih atas pelajaran berharga, membuatku makin pandai bersyukur dan sabar dalam menjalani hidupku

Tetap doaku untuk kita, semoga kelak masing-masing dari kita membayar apa yang telah kita lakukan entah pembalasannya di sini, atau di sana

Sebuah puisi absurd menemaniku menikmati senja, di hari yang cerah, untuk jiwa yang baru

Rembang, 22 Juni 2018

@mayhpt06

Iklan

Berat Berakhir Benci

Posted on

Kupegang kepalaku, erat
Sakit, terasa begitu berat
Entah apa yang sedang bergantung Baca entri selengkapnya »

Bukan Aku Kamu Tapi Kita

Posted on

image

Kamu aku kita memutuskan menjalani apa adanya
Tak ada penyesalan maupun rasa ingin mengulang, mengembalikan keadaan
Aku Kamu Kita masih mencoba berdiri tertatih Baca entri selengkapnya »

Aku, Akanku

Posted on

Aku dan beberapa akanku
Seringku tak tahu
Akanku akanmu beradu satu
Lepas terurai kemudian bisu

Baca entri selengkapnya »

Teguh Hati

Posted on Updated on

Temaram cahaya matahari
Dalam ruangan ku sepi sendiri
Ingin kunyalakan lampu penerang hati
Namun urung, karna listrik mati suri

Baca entri selengkapnya »

Geramku

Posted on Updated on

Geram kurasa di sekujur jasadku tak terbendung lagi
Menilik warta di Dunia Maya begitu gencarnya mencerca
Begitu mudahnya mereka, manusia, menilai manusia lainnya tanpa bukti
Seakan-akan hanya mereka yang berhak jadi hakim yang punya kuasa

Baca entri selengkapnya »

Hanya Waktu Yang Tahu

Posted on Updated on

Akan tiba di suatu masa
Kau dan aku kan berdua
Bercanda, tertawa dan menangis bersama
Jika kali ini kita masih terpisah
Tak apa, tak perlu resah Baca entri selengkapnya »